Pengertian SistemTerdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefenisikan sistem, yaitu yang menekan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut :
“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sam untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu” (Jogiyanto H M, Akt, MBA, PhD, “Analisa & Desain Sistem Informasi”, Penerbit Andi Offset Yogyakarta, Thn 1989, Hal 1)
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” 2) Ibid, Hal 2
Kedua kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Mempelajari suatu sistem akan lebih mengena bila mengetahui terlebih dahulu apakah sistem itu. Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan yang penting di dalam pendekatan untuk mempelajari suatu sistem.
Karakteristik SistemSuatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu antara lain :
1. Komponen Sistem
2. Batasan Sistem
3. Lingkungan Luar Sistem
4. Penghubung Sistem
5. Masukan sistem
6. Keluaran sistem
7. Pengolah Sistem
8. Sasaran sistem
2.3. Sistem Komputerisasi
Komputer adalah suatu peralatan (mesin) atau sekelompok peralatan (mesin) yang melaksanakan pekerjaan, dikendalikan serta dikontrol oleh instruksi/program yang dimasukkan kedalam Memory/Storage Unitnya.(Drs. John J Longkutoy, “Pengenalan Komputer”, Penerbit Mutiara Sumber Widya, Hal 69)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komputer adalah :
- Suatu mesin/sekelompok mesin;
- Karena kerjanya adalah untuk pengolah data, maka dapat disebut sebagai alat pengolah data.
- Terdiri dari unsur-unsur : peralatan, instruksi (prosedur pengolahan) dan orang yang menyusun prosedur tersebut.
- Karena terdiri dari unsure-unsur tersebut diatas yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan merupakan suatu kesatuan, sehingga komputer juga disebut sebagai system/sistim.
Perkataan sistem atau sistim dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai metode, cara, atau teknik, mempunyai definisi sebagai berikut :
“Suatu kesatuan dari unit-unit kesatuan yang saling bekerja sama dan saling ketergantungan untuk mencapai sesuatu tujuan usaha tertentu”. Ibid, Hal 69
Karena definisi tersebut berhubungan dengan pengertian komputer daripada komputer, sehingga dapat mempertegas bahwa komputer adalah suatu sistem atau sering disebut juga dengan sistem komputer.
2.3.1 Aspek-aspek Dasar Sistem Komputerisasi.
Yang diartikan sebagai aspek-aspek dasar sistim komputerisasi adalah fasilitas-fasilitas yang secara prinsipil harus ada apabila suatu usaha sudah memasuki langkah maju dengan menggunakan peralatan komputer sebagai alat bantu dalam pengolahan data/pengolahan informasi.
Aspek-aspek dasar yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.Aspek Teknis :
a. Hardware (peralatan)
Hardware adalah seluruh komponen-komponen peralatan yang membentuk suatu sistim komputer, dan peralatan lainnya yang memungkinkan komputer dapat melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini termasuk mesin-mesin pembantu penyiapan data, alat-alat telekomunikasi dan lain-lainnya.
b. Software (prosedur)
Dengan adanya fasilitas hardware/komputer saja, tentu tidak akan dapat memecahkan problema atau tidak dapat digunakan tanpa adanya bantuan penuh dari aspek software.
Yang diartikan fasilitas software ialah seluruh facet dari pada sistim pengolahan data yang diluar dari peralatan komputernya sendiri, namun dengan adanya software ini barulah komputer itu dapat digunakan.
Fasilitas software itu intinya terdiri dari :
1. Sistem design yang secara garis besarnya mencakup
o Jenis data yang akan diolah
o Jaringan pengolahan daripada data
o Jenis informasi yang nantinya akan dihasilkan.
2. Program, yang terdiri dari :
- Users program, yang berasal dari programmers
- Operating system, yaitu program yang membantu pelaksanaan users program dalam memory/storage unitnya.
3. Prosedur-prosedur lainya, termasuk standard-standard yang digunakan, peraturan-peraturan yang belaku.
c. Brainware (tenaga pelaksana)
Konsekwensi dari pada dibentuknya atau dikembangkannya proyek sistem komputerisasi atau adanya mesin komputer sebagai alat bantu yang mampu dibidang pengolahan data, maka aspek manusia yang akan menangani proyek tersebut harus juga dipikirkan. Mereka inilah yang digolongkan kepada fasilitas/aspek brainware, yang umumnya digolongkan kepada jabatan-jabatan inti tersebut dibawah ini, seperti :
1. Systems Analyst, yaitu mereka yang akan membentuk dan membangun fasilitas systems design;
2. Programmer, yaitu mereka yang akan menyusun instruksi bagi komputer;
3. Computer operator, yaitu mereka yang akan menangani secara langsung pengolahan datanya dalam ruangan komputer;
4. Data Entry Operator, yaitu mereka yang akan melakukan pengurusan terhadap data yang akan diolah, mulai dari pengumpulan data, perekaman data kedalam media-media komputer hingga kepada pemeriksaan pengiriman informasi yang dihasilkan oleh komputer.
2. Aspek Non-Teknis :
a. Dukungan management
b. Disiplin baru
2.3.2 Pembangunan Sistem Komputerisasi
Yang diartikan dengan sistem adalah aplikasi/pekerjaan yang akan dikomputerisasi aktifitas pengolahan datanya. Pembangunan suatu sistem aplikasi mengikuti prosedur-prosedur (merupakan standard) yang secara garis besar terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Analisa Sistem
Yaitu penganalisaan masalah, kebutuhan, dan sumber data, perencanaan teknik pengolahan data yang akan digunakan, analisa peralatan, dan penentuan informasi-informasi yang dikehendaki.
2. Desain Sistem
Desain terperinci dan penyusunan spesifikasi pengolahan termasuk input data, output form dan lain-lain yang diperlukan bagi programmer untuk penyusunan instruksi bagi komputer.
3. Programming
Aktifasi penyusunan instruksi untuk komputer sebagai pengalihan spesifikasi pengolahan termasuk testing instruksi tersebut oleh komputer.
4.Pengujian Sistem
Untuk menentukan apakah sistem komputerisasi yang dibuat/disusun siap diimplementasi, maka perlu dilakukan suatu tes bagi seluruh aspek yang menyangkut sistem tersebut, seperti pengolahan dengan peralatan komputer, penerapan prosedurnya, dan sekaligus mengukur kemampuan-kemampuan dari pada tenaga pelaksananya.
2.4. Implementasi Sistem Komputerisasi
Penerapan sistem baru (sistem komputerisasi) masih memerlukan pentahapan pelaksanaan, agar hasil yang akan diperlukan nanti sesuai dengan yang diharapkan.
Tahapan implementasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pemantapan Sistem
Sebelum sistem yang baru ditetapkan, masih perlu dilakukan beberapa aktifitas yang penting sebagai dasar pelaksanaan operasi sistem yang baru. Yang termasuk dalam aktifitas tersebut adalah :
a. Penyusunan prosedur yang mantap
b. Pengaturan jadwal pelaksanaan
c. Pembuatan formulir-formulir
d. Penyempurnaan dokumentasi
e. Latihan penerapan oleh tenaga pelaksana
f. Penyusunan/pembangunan file baru
2. Evaluasi Sistem
Evaluasi dari pada sistem yang baru perlu dilakukan dengan cara operasi paralel dengan sistem yang sedang berjalan atau sistem lama. Evaluasi yang dilakukan berkisar pada :
a. Waktu pengolahan
b. Efektifitas
c. Efisiensi
d. Biaya
e. Kesalahan yang mungkin timbul
f. Kemampuan peralatan
g. Data / informasi
h. Kontrol
3. Penerapan Sistem Komputerisasi
Penerapan suatu sistem baru dapat dianalogkan dengan pelaksanaan pekerjaan suatu pabrik. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam penerapan sistem baru ini antara lain :
a. Penentuan jadwal pengolahan, dan sistem pengontrolan
b. Penyusunan prosedur pelaksanaan peralatan yang digunakan, seperti mesin-mesin untuk perekaman data, terminal dan input/output devices lainnya
c. Pemeliharaan tape dan disk library
d. Pemeliharaan dokumentasi
e. Pemeliharaan supplies yang digunakan
f. Pengawasan terhadap instalasi
g. Dan lain-lain
2.5. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Suatu sistem mempunyai maksud tertentu, maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai tujuan (goal) dan ada juga untuk mencapai suatu sasaran (objectives).
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sedangkan kesatuan nyata (fact dan entity) adalah berupa suatu objek nyata, seperti : tempat, benda dan orang.
Manajemen menurut Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
2.5.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem informasi manajemen (management information system atau sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. SIM (sistem informasi manajemen) didefinisikan oleh George M. Scoot sebagai berikut;
Suatu SIM adalah kumpulan dari interaksi-interaksi sistem-sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial maupun kebutuhan operasi.(Jogiyanto H M, Op cit, Hal 14)
Menurut Barry E. Cushing :
Suatu SIM adalah kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.
SIM adalah sistem manusia/mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.(Jogiyanto H M, Op cit, Hal 14)
Dari beberapa definisi tersebut, dapat dirangkum bahwa SIM adalah :
1. Kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi
2. Menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.
Secara teori, komputer tidak harus digunakan di dalam SIM, tetapi kenyataannya tidaklah mungkin SIM yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen non komputer dan elemen komputer.
SIM merupakan suatu sistem yang melakukan fungsi-fungsi untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi. SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi.
Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen tingkat bawah (lower level management), manajemen tingkat menengah (middle level management), manajemen tingkat atas (top level management).
2.5.2 Tujuan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Suatu SIM (Sistem Informasi Manajemen) dikembangkan dengan tujuan sebagai berikut :
a. Agar organisasi dapat beroperasi secara efisien
b. Agar organisasi dapat beroperasi secara efektif
c. Agar organisasi dapat memberikan pelayanan
d. Agar organisasi dapat meningkatkan kreasi terhadap produk yang dihasilkan.
e. Agar organisasi dapat meningkatkan usahanya.
“Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sam untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu” (Jogiyanto H M, Akt, MBA, PhD, “Analisa & Desain Sistem Informasi”, Penerbit Andi Offset Yogyakarta, Thn 1989, Hal 1)
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
“Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” 2) Ibid, Hal 2
Kedua kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Mempelajari suatu sistem akan lebih mengena bila mengetahui terlebih dahulu apakah sistem itu. Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan yang penting di dalam pendekatan untuk mempelajari suatu sistem.
Karakteristik SistemSuatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu antara lain :
1. Komponen Sistem
2. Batasan Sistem
3. Lingkungan Luar Sistem
4. Penghubung Sistem
5. Masukan sistem
6. Keluaran sistem
7. Pengolah Sistem
8. Sasaran sistem
2.3. Sistem Komputerisasi
Komputer adalah suatu peralatan (mesin) atau sekelompok peralatan (mesin) yang melaksanakan pekerjaan, dikendalikan serta dikontrol oleh instruksi/program yang dimasukkan kedalam Memory/Storage Unitnya.(Drs. John J Longkutoy, “Pengenalan Komputer”, Penerbit Mutiara Sumber Widya, Hal 69)
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komputer adalah :
- Suatu mesin/sekelompok mesin;
- Karena kerjanya adalah untuk pengolah data, maka dapat disebut sebagai alat pengolah data.
- Terdiri dari unsur-unsur : peralatan, instruksi (prosedur pengolahan) dan orang yang menyusun prosedur tersebut.
- Karena terdiri dari unsure-unsur tersebut diatas yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan merupakan suatu kesatuan, sehingga komputer juga disebut sebagai system/sistim.
Perkataan sistem atau sistim dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai metode, cara, atau teknik, mempunyai definisi sebagai berikut :
“Suatu kesatuan dari unit-unit kesatuan yang saling bekerja sama dan saling ketergantungan untuk mencapai sesuatu tujuan usaha tertentu”. Ibid, Hal 69
Karena definisi tersebut berhubungan dengan pengertian komputer daripada komputer, sehingga dapat mempertegas bahwa komputer adalah suatu sistem atau sering disebut juga dengan sistem komputer.
2.3.1 Aspek-aspek Dasar Sistem Komputerisasi.
Yang diartikan sebagai aspek-aspek dasar sistim komputerisasi adalah fasilitas-fasilitas yang secara prinsipil harus ada apabila suatu usaha sudah memasuki langkah maju dengan menggunakan peralatan komputer sebagai alat bantu dalam pengolahan data/pengolahan informasi.
Aspek-aspek dasar yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.Aspek Teknis :
a. Hardware (peralatan)
Hardware adalah seluruh komponen-komponen peralatan yang membentuk suatu sistim komputer, dan peralatan lainnya yang memungkinkan komputer dapat melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini termasuk mesin-mesin pembantu penyiapan data, alat-alat telekomunikasi dan lain-lainnya.
b. Software (prosedur)
Dengan adanya fasilitas hardware/komputer saja, tentu tidak akan dapat memecahkan problema atau tidak dapat digunakan tanpa adanya bantuan penuh dari aspek software.
Yang diartikan fasilitas software ialah seluruh facet dari pada sistim pengolahan data yang diluar dari peralatan komputernya sendiri, namun dengan adanya software ini barulah komputer itu dapat digunakan.
Fasilitas software itu intinya terdiri dari :
1. Sistem design yang secara garis besarnya mencakup
o Jenis data yang akan diolah
o Jaringan pengolahan daripada data
o Jenis informasi yang nantinya akan dihasilkan.
2. Program, yang terdiri dari :
- Users program, yang berasal dari programmers
- Operating system, yaitu program yang membantu pelaksanaan users program dalam memory/storage unitnya.
3. Prosedur-prosedur lainya, termasuk standard-standard yang digunakan, peraturan-peraturan yang belaku.
c. Brainware (tenaga pelaksana)
Konsekwensi dari pada dibentuknya atau dikembangkannya proyek sistem komputerisasi atau adanya mesin komputer sebagai alat bantu yang mampu dibidang pengolahan data, maka aspek manusia yang akan menangani proyek tersebut harus juga dipikirkan. Mereka inilah yang digolongkan kepada fasilitas/aspek brainware, yang umumnya digolongkan kepada jabatan-jabatan inti tersebut dibawah ini, seperti :
1. Systems Analyst, yaitu mereka yang akan membentuk dan membangun fasilitas systems design;
2. Programmer, yaitu mereka yang akan menyusun instruksi bagi komputer;
3. Computer operator, yaitu mereka yang akan menangani secara langsung pengolahan datanya dalam ruangan komputer;
4. Data Entry Operator, yaitu mereka yang akan melakukan pengurusan terhadap data yang akan diolah, mulai dari pengumpulan data, perekaman data kedalam media-media komputer hingga kepada pemeriksaan pengiriman informasi yang dihasilkan oleh komputer.
2. Aspek Non-Teknis :
a. Dukungan management
b. Disiplin baru
2.3.2 Pembangunan Sistem Komputerisasi
Yang diartikan dengan sistem adalah aplikasi/pekerjaan yang akan dikomputerisasi aktifitas pengolahan datanya. Pembangunan suatu sistem aplikasi mengikuti prosedur-prosedur (merupakan standard) yang secara garis besar terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Analisa Sistem
Yaitu penganalisaan masalah, kebutuhan, dan sumber data, perencanaan teknik pengolahan data yang akan digunakan, analisa peralatan, dan penentuan informasi-informasi yang dikehendaki.
2. Desain Sistem
Desain terperinci dan penyusunan spesifikasi pengolahan termasuk input data, output form dan lain-lain yang diperlukan bagi programmer untuk penyusunan instruksi bagi komputer.
3. Programming
Aktifasi penyusunan instruksi untuk komputer sebagai pengalihan spesifikasi pengolahan termasuk testing instruksi tersebut oleh komputer.
4.Pengujian Sistem
Untuk menentukan apakah sistem komputerisasi yang dibuat/disusun siap diimplementasi, maka perlu dilakukan suatu tes bagi seluruh aspek yang menyangkut sistem tersebut, seperti pengolahan dengan peralatan komputer, penerapan prosedurnya, dan sekaligus mengukur kemampuan-kemampuan dari pada tenaga pelaksananya.
2.4. Implementasi Sistem Komputerisasi
Penerapan sistem baru (sistem komputerisasi) masih memerlukan pentahapan pelaksanaan, agar hasil yang akan diperlukan nanti sesuai dengan yang diharapkan.
Tahapan implementasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pemantapan Sistem
Sebelum sistem yang baru ditetapkan, masih perlu dilakukan beberapa aktifitas yang penting sebagai dasar pelaksanaan operasi sistem yang baru. Yang termasuk dalam aktifitas tersebut adalah :
a. Penyusunan prosedur yang mantap
b. Pengaturan jadwal pelaksanaan
c. Pembuatan formulir-formulir
d. Penyempurnaan dokumentasi
e. Latihan penerapan oleh tenaga pelaksana
f. Penyusunan/pembangunan file baru
2. Evaluasi Sistem
Evaluasi dari pada sistem yang baru perlu dilakukan dengan cara operasi paralel dengan sistem yang sedang berjalan atau sistem lama. Evaluasi yang dilakukan berkisar pada :
a. Waktu pengolahan
b. Efektifitas
c. Efisiensi
d. Biaya
e. Kesalahan yang mungkin timbul
f. Kemampuan peralatan
g. Data / informasi
h. Kontrol
3. Penerapan Sistem Komputerisasi
Penerapan suatu sistem baru dapat dianalogkan dengan pelaksanaan pekerjaan suatu pabrik. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam penerapan sistem baru ini antara lain :
a. Penentuan jadwal pengolahan, dan sistem pengontrolan
b. Penyusunan prosedur pelaksanaan peralatan yang digunakan, seperti mesin-mesin untuk perekaman data, terminal dan input/output devices lainnya
c. Pemeliharaan tape dan disk library
d. Pemeliharaan dokumentasi
e. Pemeliharaan supplies yang digunakan
f. Pengawasan terhadap instalasi
g. Dan lain-lain
2.5. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Suatu sistem mempunyai maksud tertentu, maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai tujuan (goal) dan ada juga untuk mencapai suatu sasaran (objectives).
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Sedangkan kesatuan nyata (fact dan entity) adalah berupa suatu objek nyata, seperti : tempat, benda dan orang.
Manajemen menurut Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
2.5.1 Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem informasi manajemen (management information system atau sering dikenal dengan singkatannya MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. SIM (sistem informasi manajemen) didefinisikan oleh George M. Scoot sebagai berikut;
Suatu SIM adalah kumpulan dari interaksi-interaksi sistem-sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial maupun kebutuhan operasi.(Jogiyanto H M, Op cit, Hal 14)
Menurut Barry E. Cushing :
Suatu SIM adalah kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya modal di dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.
SIM adalah sistem manusia/mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.(Jogiyanto H M, Op cit, Hal 14)
Dari beberapa definisi tersebut, dapat dirangkum bahwa SIM adalah :
1. Kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi
2. Menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.
Secara teori, komputer tidak harus digunakan di dalam SIM, tetapi kenyataannya tidaklah mungkin SIM yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen non komputer dan elemen komputer.
SIM merupakan suatu sistem yang melakukan fungsi-fungsi untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi. SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi.
Semua sistem-sistem informasi tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada semua tingkatan manajemen, yaitu manajemen tingkat bawah (lower level management), manajemen tingkat menengah (middle level management), manajemen tingkat atas (top level management).
2.5.2 Tujuan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Suatu SIM (Sistem Informasi Manajemen) dikembangkan dengan tujuan sebagai berikut :
a. Agar organisasi dapat beroperasi secara efisien
b. Agar organisasi dapat beroperasi secara efektif
c. Agar organisasi dapat memberikan pelayanan
d. Agar organisasi dapat meningkatkan kreasi terhadap produk yang dihasilkan.
e. Agar organisasi dapat meningkatkan usahanya.
Comments :
0 komentar to “Sistem Informasi”
Post a Comment