Friday, March 13, 2009

Yang Tersisa dari 100 Tahun Kebangkitan Nasional di BatamOleh

Yang Tersisa dari 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Batam
Oleh : Anton Sudarmedi 22-Mei-2008, 10:13:00 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Perayaan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional mungkin tidak menyentuh hati elit politik atau pejabat publik yang bekerja untuk rakyatnya. Perayaan 100 tahun kebangkitan nasional di Batam contohnya, dirayakan dalam keadaan gelap gulita. Bagaimana tidak, PLN membuat pemadaman bergilir selama waktu yang tidak bisa ditentukan. Masalahnya, katanya, akibat pasokan gas dari PGN (Perusahaan Gas Negara) yang tidak terus-menerus.Dari pertemuan yang difasilitasi oleh anggota DPRD Batam, terlihat jelas carut-marut hubungan PLN dan PGN. Rakyat yang selama ini hanya tahu PGN memasok gas ke PLN menjadi lebih tahu lagi bahwa PLN tidak membeli gas secara langsung melainkan melalui agen atau perusahaan pemasok.Yang jadi masalah adalah PGN juga memasok gas ke negara tetangga Singapura; lalu kenapa pasokan ke Singapura lancar-lancar saja? Pertanyaan yang naif tentu saja. Tapi, dari pertanyaan naif tersebut, hendaknya mengetuk pintu hati para pengendali perusahaan-perusahaan publik tersebut! Dimana rasa nasionalismenya?Dalam berbagai statemen di media massa, PT. PGN terkesan melemparkan tanggungjawab atas persoalan krisis gas di Batam kepada bentuk kontrak interruptable antara PT. PGN dan perusahaan-perusahaan konsumen gas lokal. PT. PGN sepertinya lupa memberikan penjelasan yang gamblang kepada publik bahwa kontrak mereka dengan ConocoPhillips untuk gas yang dialirkan ke Batam juga bersifat interruptable. Artinya, apabila permintaan gas di luar Indonesia -katakanlah Singapura- sedang tinggi, maka sah bagi ConocoPhillips untuk tidak meladeni permintaan PT. PGN. Walhasil, konsumen PT. PGN –seperti PT PLN Batam- tak kebagian gas seperti sediakala. Apakah keuntungan material lebih penting daripada melayani rakyatnya sendiri? Apakah lebih baik rakyat sendiri gelap gulita sedangkan bangsa lain menikmati hasil bumi kita?100 tahun kebangkitan nasional, apakah tidak bisa membuat kebijakan yang pro-rakyat, tanpa menghitung untung-rugi?100 tahun kebangkitan nasional belum bisa menciptakan kemandirian bagi rakyatnya, belum ada keberanian untuk bangkit mensejahterakan rakyat.Akhir kata kebangkitan harus dimulai dari keterbukaan hati untuk maju memperjuangkan harkat dan martabat bangsa ini. Dimulai dari hati yang bersih.
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: www.kabarindonesia.com

Comments :

0 komentar to “Yang Tersisa dari 100 Tahun Kebangkitan Nasional di BatamOleh”


Post a Comment