Ketika seseorang menjadikan dirinya
atau dijadikan oleh orang lain
sebagai pengadil
seseorang yang menimbang benar dan tidak nya perbuatan manusia
seseorang yang akan menimbang dengan neraca hati
karena hati nya
akan mengadili
dan keputusan akan dipalunya
yang melambangkan keputusan nya yang adil akan ditanam sedalam dalamnya
dan keputusan akan dipalunya
yang melambangkan keputusan nya yang adil akan ditanam sedalam dalamnya
orang ini akan duduk di sebuah tempat yang agung dan mulia
mahkamah namanya
sebuah nama yang angker
menyebutnya pun tidak ada yang berani
maka dia yang duduk diruang itu
akan di sebut yang mulia
dengan palu ditangan dia akan menanam keputusanya
dengan palu ditangan dia akan menanam keputusanya
karena dia sangat mulia
di hatinya lah semua ditimbang
kebenaran akan dibenarkannya
dengan neraca nya baik dan buruk akan ditimbang
yang mulia ini haruslah bersih hatinya
neracanya tidak lah boleh berkarat
kesetimbangan yang dikeluarkannya
seseorang yang datang ke sana
adalah orang yang mencari keadilan
dimana neraca berada dalam keadaan setimbang
dan palu keadilan bersuara
harus bersih hatinya
harus jernih pikirannya
itulah esensi dari mahkamah
sebelum palu dihentakan pratanda keputusan ditanamkan.
kal teng desember 2015
kebenaran akan dibenarkannya
dengan neraca nya baik dan buruk akan ditimbang
yang mulia ini haruslah bersih hatinya
neracanya tidak lah boleh berkarat
kesetimbangan yang dikeluarkannya
seseorang yang datang ke sana
adalah orang yang mencari keadilan
dimana neraca berada dalam keadaan setimbang
dan palu keadilan bersuara
harus bersih hatinya
harus jernih pikirannya
itulah esensi dari mahkamah
sebelum palu dihentakan pratanda keputusan ditanamkan.
kal teng desember 2015



